Masa Pacaran: Semua Jelek-jeleknya Ketahuan

Masa Pacaran: Semua Jelek-jeleknya Ketahuan

Masa Pacaran: Semua Jelek-jeleknya Ketahuan

Masa Pacaran: Semua Jelek-jeleknya KetahuanArtikel ini adalah bagian kedua dari seri artikel yang mengulas sesuatu yang amat penting untuk Anda ketahui sebelum melakukan manuver romansa apapun, yaitu fase-fase dalam hubungan dan perbedaan yang sangat krusial di dalamnya. Anda wajib tahu bahwa ada perlakuan yang SANGAT berbeda untuk setiap fase. Juga ada perlakuan yang HANYA BISA Anda lakukan di fase tertentu dan akan menggagalkan proses PDKT Anda bila dilakukan di fase lain.

Setelah membahas tentang Fase Pre-Relationship atau masa promosi (PDKT) di artikel pertama, artikel ini akan membahas tentang fase In-Relationship, yaitu fase di mana pria dan wanita sepakat untuk meyatukan komitmen berada dalam hubungan yang eksklusif.

Silakan berbicara mengenai cinta, pengorbanan, ketulusan, dan sebagainya, jika Anda sudah berada di dalam fase ini. Analogi bisnisnya, setelah menjadi pembeli maka baru Anda memberikan pelayanan yang maksimal bagi pelanggan terbaik Anda. Jika belum, ya jangan diberikan.

Cara Anda berinteraksi dengan kekasih Anda pun akan berbeda dibanding fase PDKT. Apapun yang Anda sudah berikan di masa Pre-Relationship, Anda harus berikan LEBIH berkali-kali lipat di dalam fase ini. Bila di masa PDKT Anda sesekali menjemput, maka setelah berpacaran pasangan Anda otomatis akan mengharapkan Anda menjemput SETIAP WAKTU selamanya. Bila di masa PDKT Anda sesekali berlaku manis, maka setelah berpacaran pasangan Anda akan mengharapkan Anda berlaku manis setiap saat. Sama seperti Anda menonton sepotong trailer yang seru dan mengharapkan aksi yang LEBIH saat menonton film yang sebenarnya. Anda akan kecewa bila ternyata film yang ditonton tidak lebih seru atau malah lebih buruk dari trailer yang Anda tonton.

Jadi bisa Anda bayangkan bila Anda sudah berikan semuanya di masa Pre-Relationship demi mendapatkan ketertarikan darinya, maka apa lagi yang bisa Anda berikan (atau korbankan) di fase ini? Akhirnya harga diri pun ikut Anda berikan.

Di fase ini, pasangan akan saling mengenal kepribadian masing-masing secara mendalam dan sebenarnya, tidak ada lagi acara promosi, jaga image, menampilkan keindahan dan menutup-nutupi kejelekan. Anda akan saling mengenal kualitas yang sebenarnya dari satu sama lain melalui konflik-konflik yang akan muncul. Jadi jangan terkejut bila Anda menemukan sifat-sifat yang tidak pernah Anda temui di masa PDKT di dalam dirinya. Ingat, bukan hanya Anda yang melihat realita, pasangan Anda juga iya. Jadi kalian akan sama-sama terkejut.

Bila salah satu dari kalian tidak bisa menerimanya, maka hubungan ini akan berakhir.
Lalu prinsip utama lainnya dalam fase in-relationship adalah investasi berimbang. Relationship adalah pohonnya, cinta adalah buahnya. Anda hanya merasakan cinta BILA Anda berinvestasi (entah itu materi, waktu, tenaga atau sekadar memikirkan dia sekalipun). Dan sebaliknya, pasangan Anda pun tidak akan merasakan cinta bila dia tidak ikut berinvestasi.
Jadi bila dalam hubungan ini hanya Anda yang berinvestasi (capek sendiri), maka cuma Anda yang merasakan cinta, dia biasa saja.



Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top